REINKARNASI PEMAHAMAN LARI DARI TANGUNG JAWAB


REINKARNASI?
Antara "Mati Sebelum Mati" dan Pelarian Reinkarnasi

​Banyak yang mengaku menempuh jalan makrifat, namun justru tersesat dalam labirin pikiran sendiri. Salah satu yang paling menyesatkan saat ini adalah keyakinan akan reinkarnasi, bahwa jiwa akan kembali lagi ke dunia dalam raga yang berbeda.

​Saudaraku, mari kita buka mata batin kita:

​Reinkarnasi adalah pelarian.
Ia adalah cara ego untuk menunda tanggung jawab. Ia adalah ilusi bagi mereka yang enggan menuntaskan perjalanan spiritualnya dalam satu nafas kehidupan yang diberikan Allah saat ini. 
Mengapa harus menunggu kehidupan berikutnya, jika wushul (sampainya hati kepada Allah) bisa diraih detik ini juga?
​Makrifat sejati adalah "Mati Sebelum Mati" (Mutu qabla an tamutu).
Dalam tarekat, kita tidak mengenal reinkarnasi. Yang kita kenal adalah fana, mematikan ego, mematikan keinginan duniawi, dan mematikan ketergantungan pada raga, agar yang tersisa hanyalah kesadaran akan kehadiran-Nya.
​Jika engkau sudah benar-benar fana, untuk apa engkau mencari raga baru? Engkau sudah mendapati-Nya di sini, di saat ini.
​Tarekat adalah syariat yang berhakikat.
Agama kita adalah agama kaffah. Jika ada ajaran yang menjanjikan "kesempatan kedua" dalam raga lain, ketahuilah bahwa itu bukan berasal dari jalan para kekasih Allah. Itu hanyalah bisikan nafsu yang takut menghadapi hakikat kematian yang sebenarnya.
​Jangan tertukar antara perjalanan menuju Allah dengan berputar-putar di dalam penjara karma.

​Berbuatlah sekarang. Pilihlah jalan yang jelas, yang bersambung  kepada Rasulullah SAW dan para pewarisnya yang lurus. Selagi yang lain masih sibuk berimajinasi tentang kehidupan masa depan, seorang yang ber-tarekat sedang sibuk menata hatinya untuk menghadap Allah hari ini.

Banyak yang terjebak dalam ilusi reinkarnasi sebagai jalan untuk "memperbaiki diri" di kehidupan berikutnya. Padahal, Allah SWT telah menutup pintu tersebut dengan sangat jelas dalam QS. Al-Mu'minun: 99-100.
Ketika ajal menjemput, setiap jiwa yang lalai akan memohon: "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia agar aku dapat berbuat amal yang saleh." Namun, Allah menegaskan: "Sekali-kali tidak!" 

Di hadapan mereka telah terpasang dinding (barzakh) yang mustahil ditembus untuk kembali ke dunia.
Apa artinya bagi kita?

Tidak Ada "Kehidupan Kedua": Dunia adalah tempat menanam satu kali saja. Tidak ada kesempatan untuk kembali, tidak ada raga lain untuk memperbaiki kesalahan.
Kematian adalah Gerbang, Bukan Putaran. Kita tidak berputar-putar dalam reinkarnasi. Kita sedang berjalan menuju Hari Kebangkitan untuk mempertanggungjawabkan segalanya.

Pilihlah "Mati Sebelum Mati": Daripada berimajinasi tentang kehidupan masa depan, ahli makrifat memilih untuk "mematikan" ego dan hawa nafsunya sekarang juga. Inilah jalan fana yang sesungguhnya, hidup dalam kesadaran akan Allah di detik ini, bukan menunda amal hingga kehidupan yang tidak pernah ada.
Jangan biarkan diri tertipu oleh narasi yang menjanjikan kesempatan kedua. Berbuatlah sekarang, karena inilah satu-satunya kesempatan yang Allah berikan.

Tarekat adalah syariat yang berhakikat akan menerima kemakrifatan, itulah yang akan menjadikan seseorang beragama secara kaffah, baik secara zahir maupun batin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKRIFAT SEJATI

TINGKATAN MAQOM MAKRIFAT

SAMUDRA ILMU