PERUMPAMAAN - GARAM & GULA DALAM BERAGAMA
Bismillahirtahmanirrahim
Perumpamaan Kafah Beragama seperti Garam dan Gula
Syariat umpama garam. Tarekat umpama gula. Tidak boleh saling meniadakan satu sama lain saat mengolah hidangan, karena masing-masing membawa kemurnian rasa. Namun, kita mestilah memisahkan setiap eksistensi rasa agar dapat membuat resep hidangan dengan sempurna.
Maka, saat keduanya menyatu dalam kunyahan, di situlah lahir sebuah kenikmatan dalam memahami keberagaman rasa; inilah Makrifat.
Hingga akhirnya sampai pada saat rasa dan pemahaman menyatu sempurna, membawa jiwa pada puncak kesimpulan; inilah Hakikat.
Beragama bukan tentang memilih antara kulit atau isi, melainkan tentang bagaimana menyatukan keduanya hingga menjadi makna abadi yang mewujudkan diri sejati.
Komentar
Posting Komentar