KEPASTIAN BERTEMU DENGAN SANG MURSYID
Cahaya di Balik Tirai: Menemukan Sang Mursyid
Seringkali mendengar pernyataan ganjil dari mereka yang memandang kebenaran dengan sebelah mata. Mereka berkata: "Mursyid itu tidak dicari, melainkan dikirim," atau "Mursyid bersembunyi dalam terang, menyepi di tempat yang tak terjamah hingga mustahil ditemukan." Bahkan, ada yang dengan pesimis berucap bahwa sosok Mursyid telah tiada, dan mencarinya ibarat mencari sebutir jarum di hamparan jerami.
Sungguh, apakah pantas bagi mereka yang mengaku ahli ilmu untuk menebar kebimbangan dan mematahkan harapan umat?
Jika para ahli spiritual menutup pintu harapan dengan kata-kata demikian, bukankah itu sebuah pengkhianatan terhadap hakikat ilmu? Mengatakan bahwa Mursyid sulit ditemukan sama saja dengan membatasi umat dari hak spiritual mereka.
Ketahuilah satu hal: Mursyid adalah pewaris para Nabi dan Rasul. Di pundak mereka terpikul amanah yang agung:
* Siddiq: Benar dalam ucapan dan tindakan.
* Amanah: Terpercaya dalam menjaga rahasia ketuhanan.
* Tabligh: Menyampaikan risalah tanpa ada yang disembunyikan.
* Fathonah: Bijaksana dalam menuntun jiwa yang haus akan kebenaran.
Bertolak belakang dengan pernyataan yang menakut-nakuti, sesungguhnya berjumpa dengan Mursyid itu mudah. Pintu itu selalu terbuka bagi siapa saja yang memiliki kunci yang tepat. Hanya ada tiga syarat utama untuk mengetuk pintu tersebut:
* Kesungguhan Hati: Tekad yang bulat dan niat yang murni semata-mata karena Allah.
* Kesabaran: Keteguhan jiwa dalam menanti dan menjalani proses pencarian.
* Kepatuhan (Sami'na wa Atho'na): Kesediaan untuk mendengar dan taat ketika petunjuk itu datang.
Satu hal yang pasti: Mursyid dapat ditemui dengan satu modal utama, yaitu kesungguhan. Di mana ada pencari yang tulus, di situ Sang Penuntun akan hadir.
Penanggung Jawab Tulisan
Perguruan:
Komentar
Posting Komentar