TERHIJAB-NYA HATI DARI NUR ILAHI
DZULUMAT TABIR KEGELAPAN DIRI
Menyibak Jarak dalam Kedekatan Ilahi
Wahai jiwa yang mencari, kita telah dianugerahi hakikat Kehadiran-Nya yang Mutlak—suatu kedekatan tanpa batas ruang dan waktu. Bukankah Firman-Nya telah jelas tertulis,( Wa huwa ma'akum ainama kuntum Al-Hadid 57:4 ) Dan Dia bersama kamu dimanapun kamu berada.” Tiada sudut semesta yang luput dari sentuhan Cahaya-Nya.
Namun, ironisnya, di tengah kemuliaan kedekatan ini, justru memilih membangun penjara batin sendiri.
Hijab Ego: Arsitek Kegelapan
Bukan tembok fisik yang menjadi penghalang, melainkan HIJAB EGO DIRI yang tebal dan menjulang tinggi. Ego adalah perancang utama bagi kegelapan (Dzulūmāt) yang mencekam batin. Ia adalah tabir yang dilukis dengan tinta kesombongan, syahwat, dan fatamorgana dunia.
Ego menghalangi dan menutupi, menyebabkan Nur Ilahi (Cahaya Ketuhanan) terperangkap di luar. Qalbu, yang seharusnya menjadi singgasana suci tempat bersemayamnya kebenaran, kini menjadi sunyi dan kering kerontang.
Jalan Kembali Menuju Fitrah
Maka, hanya ada satu jalan untuk merajut kembali kesakralan dan memulihkan kemurnian fitrah diri.
ROBEK TIRAI ITU!
Singkirkan serpihan-serpihan ego yang mencemari sanubari. Namun, tugas agung ini tidak mungkin diselesaikan sendirian. Ia memerlukan kehadiran seorang Guru Ruhani (Pembimbing Spiritual) yang mendapatkan warisan dan izin dari Nabi dan Rasul melalui jalur silsilah wasilah yang terhubung.
Dialah Sang Ahli Bedah Qalbu, yang dengan Sinar Makrifatnya yang tajam dan atas Izin-Nya, akan membersihkan, membuka, dan menuntun menembus kabut tebal ego. Hingga akhirnya, Qalbu kembali memantulkan wajah hakiki dari Sang Kekasih Sejati.
Pesan Penutup
Insya Allah, atas izin-Nya dan izin dari Tuan Guru kami, kami diperkenankan untuk membimbing siapa saja yang bersungguh-sungguh dalam menempuh perjalanan spiritualnya.
Komentar
Posting Komentar