RABITHAH ADALAH MANIFESTASI WAJAH RASULULLOH
Keindahan yang Tersembunyi Manifestasi Cahaya Kenabian dalam wajah Rabithah
Mengapa sejak dahulu hingga kini, Rupa Baginda Rasulullah Muhammad SAW tidak pernah dapat digambarkan atau dilukiskan dalam bentuk fisik?
Karena Nabi Muhammad SAW telah mewariskan dua pilar ilmu yang abadi: Ilmu Zahir (Lahiriah) dan Ilmu Batin (Hakikat).
Ilmu Zahir sebagai tuntunan Syariat melalui kitab-kitab Fikih (hukum Islam).
Ilmu Batin sebagai kedalaman Hakikat melalui Tasawuf (Metode Thoriqot).
Kedua warisan agung ini diteruskan dan dihidupkan oleh para pewaris yang sah di setiap masa, yaitu para Guru Mursyid Kamil Mukammil.
Sang Pengganti Wajah Ruhani
Maka, dalam pemahaman ilmu batin, sesungguhnya Guru Mursyid masing-masing merupakan pengganti wajah ruhani atau manifestasi dari Nur Muhammad itu sendiri.
Dengan hakikat ini, benarlah kiranya bahwa Nabi Muhammad SAW tetap hidup dan hadir sampai saat ini. Beliau tidak hadir dalam rupa fisik yang dapat dilukis, melainkan bermanifestasi dalam ilmu, akhlak, dan bimbingan ruhani yang murni melalui para Guru Rabithah yang menjadi jembatan spiritual.
Maka dari itu, para Salik (penempuh jalan spiritual) senantiasa berguru dan berwasilah kepada mereka. Tujuannya adalah agar mereka dapat selalu terhubung dengan rantai keilmuan Nabi, berjumpa dengan hakikat ajaran beliau di setiap zaman, dan tergolong dalam barisan kekasih Allah.
Inilah yang dikenal sebagai Rabithah, sebuah ikatan batin yang mendalam antara murid dan guru, yang merupakan jembatan menuju Ruhani Nabi.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لَـقَدْ جَآءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِا لْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 128)
Pewaris Nabi dan Rasul itulah Rabithah yang selalu ada di setiap zaman kaum dan golongan, dialah Waliyan Mursyida Al-Kahfi ayat 17
Komentar
Posting Komentar