MISI RAHASIA ALLAH KEPADA INSAN KHALIFATULLAH
Misi Rahasia Allah kepada Insan khalifatullah
Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala (Q.S. Al-An'am, 6:165):
Dan Dialah yang telah menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah (pemimpin dan pengelola) di muka bumi, dan Dia meninggikan derajat sebagian kamu atas sebagian yang lain. Perbedaan ini semata-mata untuk menguji kamu atas karunia yang telah Dia limpahkan. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat hukuman-Nya, namun sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Setiap insan adalah pemegang amanah Ilahi di bumi. Perbedaan derajat yang ditetapkan, yang secara esensi memisahkan antara golongan khawas (orang-orang khusus yang dekat) dan golongan awam (orang-orang umum), bukanlah tanda diskriminasi, melainkan sebuah timbangan ujian atas segala nikmat yang diberikan. Di balik keadilan-Nya yang tegas (cepatnya hukuman), terhampar luas ampunan dan kasih sayang-Nya yang tak terbatas.
Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala (Q.S. An-Nur, 24:55):
Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang beramal saleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa (istikhlaf) di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Dan Dia sungguh akan meneguhkan bagi mereka Agama yang telah Dia ridhoi (yaitu Islam). Dan sungguh Dia benar-benar akan mengubah keadaan mereka yang semula diselimuti rasa takut menjadi ketentraman dan keamanan sentosa. Syaratnya: Mereka menyembah-Ku dengan tulus dan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Dan barangsiapa yang ingkar (kafir) setelah janji agung ini terwujud, maka mereka itulah orang-orang yang fasik (melanggar batas).
Ini adalah Janji Agung yang menguatkan jiwa. Bagi hamba yang memurnikan iman dan memancarkan amal kebajikan, Allah menjamin bukan hanya kekuatan dan kekuasaan di bumi saja , tetapi juga peneguhan keyakinan (Islam) dan karunia rasa aman yang menggantikan segala ketakutan. Fondasi dari janji ini adalah kemurnian tauhid penyembahan total tanpa syirik sedikit pun. Mengingkari janji ini sama dengan menanggalkan kehambaan sejati dan terjerumus dalam kefasikan.
Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala (Q.S. Luqman, 31:20):
Tidakkah kamu perhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk kepentinganmu segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi, dan Dia telah menyempurnakan nikmat-nikmat-Nya untukmu, baik yang terlihat (lahiriah) maupun yang tersembunyi (batiniah)?"
Namun, di antara manusia ada yang membantah (memperdebatkan) tentang hakikat Allah tanpa dilandasi ilmu yang benar, tanpa petunjuk yang lurus, dan tanpa kitab suci yang menerangi."
Betapa agungnya karunia Ilahi! Seluruh semesta, dari cakrawala langit hingga inti bumi, telah ditundukkan demi kemaslahatan hidup kita. Allah telah menuangkan nikmat-Nya secara sempurna, baik yang dapat kita indra (lahir) maupun yang terasa di dalam hati (batin).
Sangat disayangkan, ada golongan yang berani membantah dan berbicara tentang ketuhanan tanpa dasar yang kokoh. Membantah Allah tanpa ilmu hakiki (tanpa Ma'rifatullah mengenal Allah secara mendalam) adalah kesesatan. Seorang hamba tidak akan mencapai maqam makrifat hanya dengan akal atau ilmu biasa, melainkan melalui perjalanan ruhani (Thoriqoh). Karena Makrifat bukanlah sekedar ilmu yang dihafal, melainkan RASA (penghayatan) yang didapat dari perjalanan jiwa yang tulus menuju hadirat Ilahi.
Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala (Q.S. Ali 'Imran, 3:164):
Sungguh, Allah telah melimpahkan karunia yang tiada tara kepada orang-orang yang beriman, manakala Dia mengutus seorang Rasul di tengah-tengah mereka, yang berasal dari golongan mereka sendiri."
Tugas agungnya adalah membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya yang suci, mensucikan jiwa Tazkiyatun-nafs ( Tasawuf ) mereka dari noda dan khilaf, serta mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Padahal, sebelum kedatangan cahaya itu, mereka benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata."
Al-Kitab Al-Qur'an: Pedoman Hidup yang Nyata
Kitab adalah Al-Qur'an yang mulia, sumber hukum dan petunjuk yang menjadi pedoman terang bagi seluruh perjalanan hidup, sebuah peta jalan menuju kebahagiaan abadi. Ia adalah kalamullah yang menjadi sumber segala kebenaran.
Al-Hikmah: adalah hakikat atau inti sari mendalam dari isi Al-Qur'an. Ini adalah pemahaman intuitif yang tidak hanya sampai di akal, melainkan meresap ke dalam hati nurani.
Hikmah ini hanya dapat dipahami dan dihayati secara sempurna oleh hati yang senantiasa berdzikir, hati yang telah mencapai maqam Ulul Albab (orang-orang yang memiliki akal yang murni dan selalu ingat kepada Allah). Mereka adalah golongan yang mampu melihat cahaya kebenaran di balik tirai syariat, menemukan keindahan rahasia Ilahi dalam setiap ayat-Nya.
Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala (Q.S. At-Taubah, 9:128):
Sungguh, benar-benar telah hadir kepadamu seorang Rasul, yang dibangkitkan dari golonganmu sendiri. Teramat berat terasa olehnya segala penderitaan dan kesusahan yang menimpamu. Dia sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) atas dirimu; dia adalah pribadi yang amat penyantun lagi Maha Penyayang kepada orang-orang mukmin."
Ayat ini melukiskan empati Allah yang termanifestasi dalam diri Rasulullah Beliau bukan sekadar utusan, melainkan cerminan kasih sayang Tuhan:
Penderitaannya, Beliau merasakan beban kesusahan umatnya sedalam-dalamnya (berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami).
Harapan Tertinggi: Seluruh hasrat dan doanya tertuju pada keselamatan dan kesempurnaan iman umat (sangat menginginkan atas kalian).
Sifat Ilahiah: Sifatnya adalah Ra'uf (amat penyantun/lembut) dan Rahim (Maha Penyayang), kualitas yang mencerminkan sifat kasih sayang Allah sendiri.
Kuncinya Adalah pemahaman Rasul di sini memiliki dimensi kebenaran yang berkelanjutan, yang bermuara pada Imam Mahdi, dan Imam Mahdi adalah pemimpin rohani yang sesungguhnya, pemimpin setiap golongan dan setiap umat pada zamannya. pemegang Warisan Kenabian dan Kewalian.
Inilah Rahasia dan Kuncinya yang harus dicari dan diyakini.adalah Wali Mursyid, Imam Mahdi, Nabi dan Rasul, sebagai satu kesatuan mata rantai (silsilah ruhani) yang menjadi kunci untuk meraih kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat.
Kuncinya ada pada Rasul yang mesti dicari, dan pencarian itu mengarahkan kita untuk mengenali manifestasi kewalian dan risalah yang berada di sekitar kita dalam bimbingan pemimpin rohani yang membawa cahaya kebenaran. Yang bersilsilah melalui Thoriqot mu'tabar
Renungan:
Pengutusan Rasulullah bukanlah sekadar peristiwa sejarah, melainkan manifestasi cinta Allah yang paling agung kepada hamba-Nya. Beliau datang untuk mengangkat jiwa yang tenggelam dalam kegelapan, membersihkannya dari kotoran nafsu dan syahwat, lalu menanamkan benih Ilmu (Kitab) dan Rasa (Hikmah). Kita diajak untuk tidak hanya membaca lafadz Al-Qur'an, tetapi juga untuk menyelami hakekatnya dengan hati yang telah disucikan, agar kita benar-benar terlepas dari kesesatan yang nyata.
Kesimpulan:
Hakikat hidup adalah sebuah perjalanan khalifah (kepemimpinan) di atas bumi, di mana setiap perbedaan derajat adalah ujian nikmat menuju janji kekuasaan dan keamanan yang terwujud dalam tauhid sejati. Janganlah terperangkap dalam perdebatan kosong; gunakanlah akal untuk menyadari betapa sempurnanya nikmat lahir dan batin, dan tempuhlah perjalanan ruhani (Thoriqoh ) agar mencapai pengenalan hakikat (Ma'rifatullah) yang menenangkan jiwa.
Penutup:
Marilah kita merenungkan kasih sayang tak terbatas ini. Rasulullah telah mencontohkan cinta dan pengorbanan tertinggi. Tugas kita adalah menemukan kunci rahasia yang diwariskan itu wasilah , yaitu ada pada Guru mursyid dengan metode Thoriqotnya membersihkan jiwa, hati di bawah bimbingan nya agar kita benar-benar menjadi bagian dari umat yang mendapatkan syafaatnya dan disayangi, dan terselamatkan.
Komentar
Posting Komentar