KEWAJIBAN BERGURU KEPADA MURSYID
Cahaya Guru, Penyambung Sanad Wasilah yang Mulia
Menempuh jalan kebenaran (Thoriqoth) wajib bagi kita untuk mencari dan berguru kepada Wali Mursyid.
Seorang Mursyid bukanlah sembarang guru; beliau adalah penyambung sanad dan pemegang tali ilmu ( munasabah ) baik secara dzahir (syariat) maupun batin (hakikat), yang bersambung secara sah (hak) dari sumber tertinggi: Maha Guru , Baginda Nabi Muhammad saw.
Karena berguru adalah suatu kewajiban, maka ilmu itu harus diambil dari sumber yang hidup sosok yang mampu membimbing dan memberi contoh nyata. Hal ini disampaikan dengan sabda mulia Nabi "Ulama adalah pewaris para Nabi."
Bahkan, petunjuk dari Allah SWT, dalam firman-Nya di Surah At-Taubah ayat 128:
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin."
Maka, di setiap kaum atau zaman diwajibkan mencari pewaris agung tersebut; yaitu sosok yang menjadi Badal (pengganti/pewaris) Nabi di setiap masa.
Kebutuhan akan pembimbing juga disinggung dalam Surah Al-Kahfi ayat 17, yang mengisahkan pentingnya bimbingan spiritual (seperti kisah Nabi Musa AS bersama Nabi Khidir AS) sebagai bukti bahwa perjalanan batin menuju hakikat tidak akan pernah sampai tanpa adanya petunjuk dan bimbingan yang benar.
Maka, seorang Mursyid adalah pemancar ruhani yang memantulkan cahaya kenabian bagi hati yang merindukan Tuhannya.
Komentar
Posting Komentar