HAKIKAT KESOMBONGAN
Hakikat Kesombongan: Penyakit Hati yang Tersembunyi
Semua orang memahami bahwa sombong adalah dosa besar yang dapat mendatangkan laknat, sebagaimana yang menimpa Iblis, yang diusir dan dijauhkan dari hadapan Ilahi. Namun, bagaimanakah esensi kesombongan ini sehingga ia menjadi sedemikian berbahaya, dan mengapa ironisnya, meskipun semua orang takut, masih banyak yang terjebak dalam perilaku sombong, menyombongkan diri dengan segala keunggulannya?
Dua Lapisan Kesombongan
Untuk menghindarkan diri dari sifat tercela ini, pahamilah bahwa sumber utama kesombongan adalah sebuah i'tiqad (keyakinan) yang bersemayam di dalam hati. Secara hakikat, kesombongan terbagi menjadi dua jenis:
1. Kesombongan Lahiriah (Yang Terlihat)
Ini adalah kesombongan yang bersifat umum, yang dapat dideteksi melalui pandangan mata, ucapan, dan tingkah laku (misalnya merendahkan orang lain atau membanggakan harta sudah sering pergi haji dan rajin sholat lima waktu di masjid serta ahli sedekah yang semuanya itu ingin tenar dan dikenal alim ). Kesombongan jenis ini, meskipun buruk, adalah sombong yang dapat digugurkan dan disembuhkan melalui introspeksi dan perbaikan amal.
2.Kesombongan Hakiki (Keakuan Diri)
Inilah jenis kesombongan yang paling berbahaya, yang bersumber dari keakuan diri atau ego (kedirian) yang mengakar kuat dalam sanubari.
Ketika kesombongan hakiki ini menguasai, seseorang akan kehilangan rasa kedekatan yang nyata dengan kehadiran Ilahi. Ketiadaan kesadaran akan kedekatan Allah inilah yang menjadi sumber segala kejahatan dan kesalahan. Karena tidak merasa diawasi, manusia merasa bebas untuk berbuat keburukan. Inilah bukti bahwa kesombongan adalah akar dari seluruh kejahatan manusia.
Metode menaklukkan sifat sombong dengan muraqabah:
Apabila kesadaran ini telah tertanam dalam diri, maka setiap gerak dan laku perbuatannya akan senantiasa berada di bawah pengawasan Allah (Muraqabah), sehingga ia terhindar dari kejahatan dan perbuatan salah.
Namun, untuk mengalahkan dan melumpuhkan sifat sombong yang bersemayam dalam dada manusia, diperlukan strategi perang khusus di dalam alam batin. Senjata utama dalam perjuangan ini adalah Zikrullah (mengingat Allah).
Zikrullah ini bukanlah zikir biasa yang hanya didapatkan dari buku atau dipraktekkan sendiri. Ia adalah zikir yang bersifat sakral dan harus ditanamkan secara mendalam ke dalam lubuk hati sanubari. Penanaman zikir ini hanya dapat dilakukan melalui proses Talqin, penerimaan secara khusus dari seorang Guru Mursyid yang ahli, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad kepada para sahabat utama seperti Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Ali.
Maka kami hadir sebagai penerus wasilah dan silsilah Talqin tersebut di tengah zaman yang hiruk pikuk ini yang serba keterbatasan waktu karena kesibukan, dengan itu insya Allah kami atas izinnya dan atas izin Tuan Guru kami memperbolehkan memberikan Talqin dzikir kepada siapa saja yang belum mendapatkannya, dan kami terbuka luas pintu bagi siapa saja untuk mengikuti metode dari Thoriqoh Naqsyabandiyah sebagai bimbingan jalan spiritual sebagai penyempurna ibadah ritual.
Komentar
Posting Komentar