APAKAH TAREKAT ITU SESAT ?

Bismillahirrahmanirrahim

Renungan Mengenai Jalan Spiritual (Tarekat): Sebuah Panggilan Suci

Sungguh mengherankan, mengapa Jalan Spiritual yang luhur ini, yang dikenal sebagai Tarekat, kerap kali disalahpahami, bahkan disesatkan oleh sebagian kalangan. Padahal, ia merupakan sebuah seruan agung yang diperintahkan langsung oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, sebagaimana tertera jelas dalam Kitab Suci Al-Qur'an.
Allah Ta'ala berfirman dalam Surah Al-Jinn ayat 16:
Dan sekiranya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (Thariqah/Tarekat), niscaya Kami akan mencurahkan kepada mereka air yang cukup."
Ayat mulia ini menunjukkan bahwa Tarekat—jalan lurus menuju Allah—adalah jaminan keberlimpahan dan petunjuk.
Ironisnya, banyak hati seolah merasa tabu dan enggan untuk menyebut, apalagi melangkah memasuki, ranah spiritualitas Tarekat. Padahal, esensi terdalam dari Tarekat adalah perwujudan nyata dari permohonan kita yang paling fundamental. Ia adalah aktualisasi dari doa agung di penghujung Surah Al-Fatihah ayat 6:
Ihdinas-sirāṭal-mustaqīm." (Tunjukilah kami jalan yang lurus.)
 
Tarekat sejatinya adalah upaya serius dan berkesinambungan untuk menempuh Sirat al-Mustaqim (Jalan yang Lurus) itu sendiri, sebuah ikhtiar batin untuk mendekat dan mengenal Sang Pencipta.
Maka, sudah sepantasnya kita menyadari bahwa beragama itu mestilah Kaffah (menyeluruh). Hanya dengan memahami ajaran Islam dari dua sisi—syariat (hukum lahiriah) dan hakikat (esensi batiniah)—kita akan mampu menarik kesimpulan yang adil, proporsional, dan benar.
Semoga hati kita dibukakan untuk menerima cahaya kebenaran dan menempuh jalan yang mendekatkan kita kepada-Nya. Aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKRIFAT SEJATI

TINGKATAN MAQOM MAKRIFAT

SAMUDRA ILMU